Selasa, 05 Juli 2016
1 SYAWAL 1437 H
Minggu, 27 Desember 2015
AYAH
Minggu, 05 April 2015
Kamu
Senin, 26 November 2012
Kehilanganmu
Senin, 26 September 2011
Waktu
Masa lalu yang ingin kembali
Menjalani kini yang terseok
Menyatu dalam keremangan malam
Ku ingin melabuhkan hati ....
Kerinduan
Ada rasa tersimpan, ketika semua ingin terkuak ...
jarak dan waktu yang berada dalam genggaman takdir ...
Ingin berlari dalam pelukmu, namun benang batasan terlalu kusut untuk diurai ...
Bayang dan khayalan menjadi sahabat bagi keberadaanmu ...
Sudahlah, kerinduan adalah rasa yang akan terkubur dalam ...
Rasa sakit yang memenuhi relung hati ...
Untukmu akan kurengkuh sejuta rindu ...
Ingin Jawaban
Semua terasa begitu abstrak, semu, dan tak jelas.
Kucari penjelasan dengan menjelajahi hati demi hati, jiwa demi jiwa.
Ku memandang saujana yang tampak bias.
Dan sayang, tak kutemukan jawaban akan risau hati.
Diam terpekur, oh ... hati yang begitu dalam, jiwa yang terbelenggu, haus ku akan jawaban, kapan ku temukan??
Ku bimbang, ku meragu, ku merindu, ku merana, namun ku juga bahagia.
Ada cinta dalam jiwa dan raga yang tertinggal.
Jumat, 22 Agustus 2008
Anakku
Ibu yang melahirkan dan membesarkan-mu
Ibu yang selalu menyayangi dan mencintai-mu
Ibu yang akan berbuat terbaik untuk-mu
Ibu sadar, ibu telah salah
Ibu tahu, ibu tidak belajar
Ibu tahu, ibu telah egois
Ibu tahu, ibu menyakitimu
Namun,
Ibu selalui ingin yang terbaik bagimu
Ibu mencari jalan untuk kebahagiaanmu
Ibu mencoba memahami kesenanganmu
Ibu mencoba mengerti keinginanmu
Maafkan ibu, nak....
Percayalah pada ibu ini
Engkau adalah sumber kebahagiaan ibu
Engkau adalah masa depan ibu
Tiada perjuangan ibu, selain untukmu
Tiada ambisi, tanpa tekad darimu
Pelukan ibu untukmu
Maafkan ibu, nak....
Anakku dalam Tidur
Ketika memandang mereka diwaktu tidur, sungguh menenangkan. Tak terihat gurat-gurat kenakalan yang telah mereka lakukan sepanjang hari. Begitu teduh...Sesekali terdengar gigauan, sisa-sisa bermain seharian. Mengejutkan, ribut, lalu kembali tenang terkendali.
Teringat seharian tadi, mulai keributan dipagi hari karena susah dibangunkan untuk ke sekolah, dibujuk untuk sarapan dan minum susu, mendorong berangkat sekolah agar tak terlambat, dibujuk makan siang dan minum susu, tidak mau tidur siang, dilerai karena bertengkar, peringatan-peringatan agar berbuat sopan, bermain sekehendak hati, hukuman karena telah membuat kesalahan atau melanggar kesepakatan, memaksa masuk rumah karena telah malam, dibujuk makan malam dan minum susu, diarahkan sikat gigi, dan akhirnya perintah masuk kamar untuk tidur.
Akibatnya, seharian saya...
Ngomel, berteriak, marah-marah, ngamuk-ngamuk, kesel sendiri, bla..bla...bla.., cape’ dech....
Namun itulah puncak kebahagiaanku sebagai seorang ibu, dan itulah kekanak-kanakan anakku, lucu.....
Melihat mereka tidur dengan pulas, sungguh membahagiakan. Dan esok pagi mereka akan bangun lagi dan menjalani aktivitas untuk meraih cita-cita dan masa depan.
Anak-anakku...
Sumber kebahagiaan, sumber tenaga, sumber inspirasi, sumber motivasi untuk menjalani hidup. Karena engkau, tujuan hidupku menjadi jelas.
Apapun dan bagaimanapun kehidupan ini harus kujalani, kuakan bertahan demi engkau anak-anakku.
Fikri ....... sasa ....... farhan.....
Ya Allah, lindungi mereka, dan jagalah dalam setiap langkah-langkahnya. Amin
