Aku nggak tahu, apa yang sedang terjadi?
Aku tidak mengerti, kesalahan yang telah kulakukan
Namun apa pun itu, aku telah menyakiti orang yang kusayangi
Ingin ku mohon maaf
Ingin ku perbaiki
Tapi dia sudah terluka
Sungguh, ku tak berniat menyakiti-mu ...
Senin, 26 September 2011
Masa
Bila kuterawang masa
Terbang melintas waktu yang semu
Lalu ku buka mata hati
Ternyata kusadar aku belum beranjak
Terbang melintas waktu yang semu
Lalu ku buka mata hati
Ternyata kusadar aku belum beranjak
Kerinduan
Kerinduan ...
Ada rasa tersimpan, ketika semua ingin terkuak ...
jarak dan waktu yang berada dalam genggaman takdir ...
Ingin berlari dalam pelukmu, namun benang batasan terlalu kusut untuk diurai ...
Bayang dan khayalan menjadi sahabat bagi keberadaanmu ...
Sudahlah, kerinduan adalah rasa yang akan terkubur dalam ...
Rasa sakit yang memenuhi relung hati ...
Untukmu akan kurengkuh sejuta rindu ...
Ada rasa tersimpan, ketika semua ingin terkuak ...
jarak dan waktu yang berada dalam genggaman takdir ...
Ingin berlari dalam pelukmu, namun benang batasan terlalu kusut untuk diurai ...
Bayang dan khayalan menjadi sahabat bagi keberadaanmu ...
Sudahlah, kerinduan adalah rasa yang akan terkubur dalam ...
Rasa sakit yang memenuhi relung hati ...
Untukmu akan kurengkuh sejuta rindu ...
Ingin Jawaban
Terkadang begitu bingung menghadapi diri sendiri.
Semua terasa begitu abstrak, semu, dan tak jelas.
Kucari penjelasan dengan menjelajahi hati demi hati, jiwa demi jiwa.
Ku memandang saujana yang tampak bias.
Dan sayang, tak kutemukan jawaban akan risau hati.
Diam terpekur, oh ... hati yang begitu dalam, jiwa yang terbelenggu, haus ku akan jawaban, kapan ku temukan??
Ku bimbang, ku meragu, ku merindu, ku merana, namun ku juga bahagia.
Ada cinta dalam jiwa dan raga yang tertinggal.
Semua terasa begitu abstrak, semu, dan tak jelas.
Kucari penjelasan dengan menjelajahi hati demi hati, jiwa demi jiwa.
Ku memandang saujana yang tampak bias.
Dan sayang, tak kutemukan jawaban akan risau hati.
Diam terpekur, oh ... hati yang begitu dalam, jiwa yang terbelenggu, haus ku akan jawaban, kapan ku temukan??
Ku bimbang, ku meragu, ku merindu, ku merana, namun ku juga bahagia.
Ada cinta dalam jiwa dan raga yang tertinggal.
Ikhlas
Adakah masa ingin berbagi ....
Memberi waktu untuk bersabar ...
Menerima hidup kini dan nanti ...
Tercapai tidaknya keinginan hati...
Memberi waktu untuk bersabar ...
Menerima hidup kini dan nanti ...
Tercapai tidaknya keinginan hati...
Kamis, 14 Juli 2011
Marah…?!@#$#@!
Setiap orang punya alasan untuk marah dan jika mengikuti keinginan untuk marah, maka hidup kita hanya dihiasi oleh marah. Marah merupakan dorongan nafsu angkara untuk mengeluarkan rasa ketidaksenangan atau ketidaksukaan, sehingga marah secara konotasi ataupun konkrit adalah negatif. Namun marah adalah sesuatu yang manusiawi dan secara naluriah akan terjadi pada setiap manusia normal. Marah merupakan indikasi perasaan terdalam manusia atas perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya.
Marah sebagai dorongan nafsu yang negatif, namun manusiawi karena rasa yang tidak menyenangkan, mendudukkan marah pada posisi yang istimewa. Marah pasti dirasakan dan ingin diungkapkan, namun karena negatif maka harus dikendalikan. Konstruksi konsep marah yang demikian seharusnya menyadarkan kita bahwa hidup selalu penuh ujian dan cobaan, dan betapa hebatnya “Zat” yang mengkontruksinya.
Kualitas manusia pun juga diukur dengan kemampuan manusia untuk mengelola rasa marah yang dihadapinya.
Paradoks dan ironi mendampingi marah untuk membuat manusia terlihat manusiawi.
Marah sebagai dorongan nafsu yang negatif, namun manusiawi karena rasa yang tidak menyenangkan, mendudukkan marah pada posisi yang istimewa. Marah pasti dirasakan dan ingin diungkapkan, namun karena negatif maka harus dikendalikan. Konstruksi konsep marah yang demikian seharusnya menyadarkan kita bahwa hidup selalu penuh ujian dan cobaan, dan betapa hebatnya “Zat” yang mengkontruksinya.
Kualitas manusia pun juga diukur dengan kemampuan manusia untuk mengelola rasa marah yang dihadapinya.
Paradoks dan ironi mendampingi marah untuk membuat manusia terlihat manusiawi.
Sabtu, 29 Agustus 2009
Berdoa (introspeksi diri)
Dikeheningan malam, dikesenyapan, dan dikepekatan yang kadang mencekam, terisi sebuah bilik gelap yang auranya mampu menerangi seluruh malam yang pernah ada. Ya, itu lah tempat duduk seorang hamba yang sedang berdoa. Berdoa dengan segala kelemahan dan kerapuhannya sebagai manusia, manusia yang menentang siang dan hiruk pikuk duniawi yang telah dilaluinya sepanjang matahari bersinar. Ketika itulah keindahan aura terpancar dari ringkihnya tubuh.
Sepanjang hari berbuat kesalahan, entahlah apakah itu dosa atau bukan. Menyakiti orang-orang terkasih, menghina yang lemah, menginjak yang rapuh, dan merasa diri menjadi yang terkuat. Padahal bukan apa-apa….menyesal???...iya menyesal….lalu…bagaimana dengan rasa sakit para kekasih, rasa terhina sang lemah, dan kehancuran yang memang sudah rapuh???
BERDOA, berharap ada pengampunan, berharap para kekasih sembuh, menguatkan yang lemah, dan kehancuran utuh kembali.Mungkinkah???
Berdoa dengan sepenuh hati, dengan semua kerendahan diri, dengan sungguh sangat memohon….YA ALLAH….
Benarkah aura itu adalah aura doa yang penuh penyesalan? Atau kah aura dendam yang tersakiti, terhina, dan tersungkur??
Benar aura yang indah itu adalah aura penyesalan, bukan aura dendam, bila dendam tentu warnanya merah dan panas dan tidak sejuk. Padahan malam ini begitu terasa hening, bersih dan sejuk. Walaupun terasa begitu banyak nyamuk….
Wahai para kekasih, yang terhina, yang hancur, tolong beri MAAF, ini adalah PELAJARAN tentang PROSES HIDUP. Semoga Allah,SWT senantiasa melindungimu, memberikan cinta di hatimu, memberikan ketulusan di hatimu, dan memberikan semangat di hatimu.
YA ALLAH dengan semua kebesaran dan keagungan MU dan demi 99 nama MU, ampuni hambaMU yang tiada berdaya ini.
Sepanjang hari berbuat kesalahan, entahlah apakah itu dosa atau bukan. Menyakiti orang-orang terkasih, menghina yang lemah, menginjak yang rapuh, dan merasa diri menjadi yang terkuat. Padahal bukan apa-apa….menyesal???...iya menyesal….lalu…bagaimana dengan rasa sakit para kekasih, rasa terhina sang lemah, dan kehancuran yang memang sudah rapuh???
BERDOA, berharap ada pengampunan, berharap para kekasih sembuh, menguatkan yang lemah, dan kehancuran utuh kembali.Mungkinkah???
Berdoa dengan sepenuh hati, dengan semua kerendahan diri, dengan sungguh sangat memohon….YA ALLAH….
Benarkah aura itu adalah aura doa yang penuh penyesalan? Atau kah aura dendam yang tersakiti, terhina, dan tersungkur??
Benar aura yang indah itu adalah aura penyesalan, bukan aura dendam, bila dendam tentu warnanya merah dan panas dan tidak sejuk. Padahan malam ini begitu terasa hening, bersih dan sejuk. Walaupun terasa begitu banyak nyamuk….
Wahai para kekasih, yang terhina, yang hancur, tolong beri MAAF, ini adalah PELAJARAN tentang PROSES HIDUP. Semoga Allah,SWT senantiasa melindungimu, memberikan cinta di hatimu, memberikan ketulusan di hatimu, dan memberikan semangat di hatimu.
YA ALLAH dengan semua kebesaran dan keagungan MU dan demi 99 nama MU, ampuni hambaMU yang tiada berdaya ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
